TPP KABUPATEN PESAWARAN

SELAMAT DATANG MEDIA PUBLIKASI TPP KABUPATEN PESAWARAN LAMPUNG TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA.

Kamis, 16 Oktober 2025

 

KETAHANAN PANGAN PENGGEMUKAN KAMBING

 

Peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam Program:

1. Perencanaan:

·      Fasilitasi Musyawarah Desa : TPP memfasilitasi musdesus ketahanan pangan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah, sehingga program penggemukan kambing muncul sebagai prioritas usulan yang partisipatif.

·      Penyusunan Rencana Kerja: TPP membantu BUMDes dan perangkat desa menyusun Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang detail, realistis, dan akuntabel. TPP memastikan perencanaan mencakup aspek teknis pemeliharaan, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.

·      Penyusunan Dokumen: TPP mendampingi penyusunan Dokumen Usulan Kegiatan dan laporan-laporan perencanaan lainnya sesuai dengan pedoman Dana Desa.

 

2. Pelaksanaan:

·      Pendampingan Teknis: TPP menyarankan BUMDes untuk bekerja sama dengan penyedia bibit kambing unggul dan mantri hewan dari UPT Pertanian dan peternakan Kecamatan Way Ratai untuk pelatihan teknis tentang pemberian pakan, pengendalian penyakit, dan perkandangan yang baik.

·      Penguatan Kelembagaan BUMDes: TPP mendampingi BUMDes dalam membuat sistem pencatatan keuangan yang sederhana dan transparan, serta prosedur operasional standar (SOP) untuk pemeliharaan kambing.

·      Monitoring Rutin: TPP melakukan pemantauan langsung ke lapangan setiap bulan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana, mengidentifikasi kendala sejak dini, dan bersama-sama mencari solusi.

 

3. Pelaporan:

·      Pembuatan Laporan Akuntabel: TPP membantu BUMDes menyusun Laporan Realisasi Kegiatan dan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan (LPJ) Dana Desa yang mudah dipahami, transparan, dan sesuai dengan peraturan.

·      Pemanfaatan Sistem Informasi: TPP memandu operator desa dalam menginput data pelaksanaan dan pelaporan ke dalam Form ketahanan pangan.

·      Diseminasi ke Masyarakat: TPP mengingatkan pentingnya sosialisasi laporan kepada masyarakat melalui papan informasi atau musyawarah desa untuk menjaga akuntabilitas publik.

 

 

Latar Belakang                                                                 :  

Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai memiliki potensi peternakan kambing yang belum tergarap secara optimal. Sebagian besar warga beternak secara tradisional dengan skala kecil, sehingga kurang berdampak signifikan pada ekonomi keluarga. Di sisi lain, permintaan daging kambing yang stabil, terutama dengan ada nya program pemerintah pusat berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebutuhan daging menjelang hari-hari besar keagamaan, menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan. Melalui Dana Desa, Pemerintah Desa berinisiatif untuk menciptakan program yang tidak hanya meningkatkan pendapatan ekonomi tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa melalui penyediaan sumber protein hewani yang berkelanjutan.


Pelaksana/pengelolaKegiatan                          

 BUM Desa Mulya Jaya

 

Pelaksanaan Kegiatan

·       Dana Desa digunakan untuk pembelian 100 ekor bibit kambing betina jenis kambing Domba, pembangunan kandang komunal, pembelian peralatan pakan dan pembelian pakan hijauan dan konsentrat untuk tahap awal.

·           Pakan hijuan dibeli dari masyarakat setempat yang sebelumnya di sosialisasikan untuk menanam odot pada lahan lahan yang tidak produktif

·           Kambing dikelola di dalam satu kandang dengan jumlah  tenaga kerja 3 (tiga) orang dari keluarga penerima manfaat di bawah supervisi BUMDes.

·           Pemeliharaan dilakukan dengan sistem intensif dengan pakan kombinasi antara hijauan (dibeli dari warga) dan konsentrat.

·           Masa penggemukan ditargetkan selama 4-5 bulan per siklus.

 

Pelaksanaan program penggemukan kambing yang diinisiasi melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 diperkiraakan berdasarkan analisa usaha Dari total 100 (seratus) ekor bibit kambing yang dibeli dan dikelola secara intensif oleh BUMDes Mulyo Jaya

 

Dengan harga jual rata-rata Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) per ekor, program ini di perkirakan meraup pendapatan kotor sebesar Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) per 4 bulan . Keberhasilan finansial ini tidak hanya menjadi angka di atas kertas, melainkan bukti nyata dari efektivitas pengelolaan dana desa dan potensi ekonomi lokal yang dapat digali secara maksimal. Pencapaian ini menjadi fondasi yang kuat bagi keberlanjutan dan pengembangan program di masa mendatang, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Desa.


 

Dampak/outcome :

  ·  Ekonomi : Peningkatan pendapatan bagi keluarga penerima manfaat dari penjualan pakan hijaun.

· Ketahanan Pangan : Tersedianya stok daging kambing berkualitas di tingkat desa, yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

· Kelembagaan: Penguatan kapasitas BUMDes dalam mengelola usaha peternakan yang modern dan berkelanjutan.

·  Lingkungan: Pemanfaatan limbah kotoran kambing menjadi pupuk organik untuk pertanian warga.

 

a.  Penerima Manfaat :

·  Langsung : 5 kepala keluarga dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang terlibat sebagai penyuplay pakan kambing berupa hijauan/dedaunan.

·    Tidak Langsung : Seluruh masyarakat Desa Mulyosari melalui kontribusi kepada PADes dan ketersediaan pangan.

 

b.  Kontribusi pada PADesa:

BUMDes menerapkan sistem bagi hasil (75% untuk kas BUMdes, 25% untuk PADes). Dari setiap penjualan kambing, dana yang masuk ke kas BUMDes akan digunakan untuk perluasan usaha dan pembiayaan program pembangunan lain yang diputuskan secara musyawarah.

 

c.   Keterlibatan pihak lain:

· Mantri Hewan dari UPT Perkebunan dan Peternakan Way Ratai yang Memberikan pendampingan teknis kesehatan hewan dan pemilihan bibit.

·  Koperasi Merah Putih: kedepan akan menjadi mitra dalam penyediaan pakan konsentrat seperti bungkil sawit, bungkil kedelai, bungkil kopra dan bungkil jagung serta pemasaran hasil.

 

d.  Pengembangan Program/Jenis Usaha :

·      Menggandeng warga masyarakat mulyosari untuk usaha pengemukan kambing

·      Pendirian rumah potong hewan sederhana dan usaha olahan daging untuk meningkatkan nilai tambah.

·      Integrasi dengan pertanian dengan memanfaatkan pupuk organik dari kotoran kambing.

 

 

By. Syahruddin PD Way Ratai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  PENDAMPING DESA(isme) OASE DITENGAN BADAI PERUBAHAN Desaisme , sebuah istilah yang semakin sering kita dengar, merujuk pada sebuah gerak...